Minggu, 11 Agustus 2013

Doa adalah Kunci Segalanya.


Oleh bapak pdt. Arick Wonda,
Bahan 1 Tesalonika 5:16-17
------------------------------

Shallom,
Sahabat muda, dalam posting kali ini kami bersama Pdt. Arick Wonda, beliau adalah gembala daerah sentani barat, yang membawahi 16 jemaat GIDI di Klasis Sentani Jayapura.

Pdt. Arick Wonda;

Paulus dalam surat ini (pada ayat yang kita baca ini mengatakan "tetaplah doa".)
Hal ini berbeda dengan peristiwa di taman eden, karna Adam pada saat itu tidak tahu apa itu berdoa.

Tetapi doa pertama kali dilakukan oleh nabi Nuh, ketika mereka diselamatkan oleh Tuhan dari air bah, dikatakan bahwa Nuh kemudian membuat mesbah dan menaikan syukur kepada Allah. Disinilah pertama kali praktek dari doa itu di tunjukan.

Dalam perjanjian baru, Alkitab mulai menyaksikan tentang doa yakni dengan doa puasa selama 40 hari/malam yang dilakukan oleh Yesus Kristus Tuhan. Doa ini dilakukan sebagai awal dari pelayanan-Nya yang tiga tahun setengah di atas bumi ini.
Setelah doa itu, ada juga doa yang Yesus lakukan yakni ketika selesai melakukan mujizat memberi makan lima ribu orang, Yesus berdoa untuk mengucap syukur atas mujizat tersebut.

Hal ini berbeda dengan Petrus...
Ketika Petrus melihat Yesus berjalan diatas air, ia juga ingin berjalan seperti Yesus. Ketika dia sedang berjalan, Alkitab mencatat bahwa karena melihat ombak dan angin yang kencang, rasul Petrus merasa goncang dan kemudian tenggelam.

Mungkin banyak dari kita yang selalu berdoa tapi ketika masalah atau tantangan yang kita hadapi membuat kita selalu lemah dan jatuh (baca terombang ambing dengan ketidak kepastian).
Itulah sebabnya rasul Paulus dalam bacaan kita mengatakan bahwa "tetaplah berdoa".

Dunia saat ini menuju kehancuran, segala sesuatu/ upaya yang dilakukan baik dengan tujuan yang baik, tetap ada sisi negatif yang akan menghancurkannya. Sebab itu jemaat Tuhan janganlah berharap pada apapun yang ada didalam dunia ini.

Lukas 24:40; melukiskan tentang perpisahan yang akan dilaksanakan oleh Yesus Kristus terhadap orang yang percaya pada saat kebinasaan dunia ini akan terjadi. Hal ini benar dan pasti akan tergenapi oleh sebab itu, haruslah tekun dalam doa.

Banyak organisasi mengejar kwantitas gereja/ jemaat, tetapi saya mau katakan lebih baik dalam satu jemaat hanya ada 10 orang supaya semuanya di selamatkan Tuhan pada harinya dari pada banyak jemaat namun tidak semua akan diselamatkan karena tidak bertumbuh dwngan baik didalam Tuhan.

Sebab itu jemaat Tuhan, Doa adalah segalanya. Dengan doa kita bisa berdamai dengan musuh kita, dengan doa orang dapat disembuhkan dari sakit penyakit, dengan doa pergumulan kita di jawab oleh Tuhan.

Yesus telah melakukan semuanya bagi kita... tugas kita adalah berdoa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

https://drive.google.com/open?id=0B8cIMYKudcu4NVVnRk11XzR0NkE&authuser=0

Artikel lain